Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Menjadi Pupuk di PT. Nabire Baru Papua

Pembangunan perkebunan kelapa sawit pada saat ini memang sangat gencar-gencarnya. Selain untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati domestik maupun global, tentu dengan adanya perusahaan perkebunan kelapa sawit akan menciptakan lapangan kerja yang luas.

Pada saat ini pemerintah terus mendorong pembukaan lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit. Salah satunya adalah yang ada di Papua, untuk mendorong perekonomian daerah. Namun adanya perkebunan kelapa sawit tidak sedikit juga masalah yang ditimbulkannya, salah satunya adalah masalah limbahnya.

Akan tetapi hampir setiap perusahaan pada saat ini telah memanfaatkan limbah kelapa sawit untuk diolah menjadi pupuk. Selain untuk mengurangi limbah kelapa sawit yang dihasilkannya, tentu akan menjadi pengolahan yang menghasilkan banyak nilai. Limbah kelapa sawit selain bisa dijadikan kerajinan tangan melalui pelepahnya, ternyata pengolahannya untuk dijadikan pupuk jauh lebih baik jika dilihat dari segi manfaat dan untuk kelestarian lingkungan.

Pada umumnya, limbah industri kelapa sawit berpotensi mencemari air tanah dan badan air. Namun, limbah ini masih banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dan tanah. Limbah sawit ini biasanya dapat digunakan sebagai alternatif pupuk organik di lahan perkebunan kelapa sawit yang bernilai ekonomi serta ramah lingkungan.

Pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik atau pupuk kompos sendiri bisa dilakukan dengan proses yang sangat mudah. Proses pembuatan pupuk seperti pupuk kompos sendiri dimulai dengan mencincang tandan-tandan yang memiliki ukuran besar menjadi ukuran yang jauh lebih kecil. Hal tersebut agar murah terurai atau membusuk.

Potensi menghasilkan pupuk organik dari satu buah industri kelapa sawit sendiri sangatlah besar. Jika hanya mengandalkan dari pembelian pupuk dari luar, tentu dengan memanfaatkan pupuk buatan dari limbahnya sendiri akan memangkas pengeluaran perusahaan dalam membeli pupuk untuk tanaman sawit di perusahaannya.

Tidak heran jika banyak perusahaan yang telah menerapkan pengolahan limbah sawit menjadi pupuk. Salah satunya adalah di PT. Nabire Baru yang ada di Kabupaten Nabire Papua. Perusahaan ini mengolah limbah sawit menjadi pupuk dijalankan oleh koperasi perusahaan dengan sumber dana koperasi karyawan.

Pengembangannya pun terbilang sukses dan telah menghasilkan banyak manfaat. Selain bisa dijual kembali ke perusahaan, tentu kegiatan pengolahan limbah kelapa sawit ini menjadi pupuk melalui koperasi telah menyerap tenaga kerja untuk masyarakat setempat. Pupuk yang dihasilkannya pun cukup berkualitas karena dikelolah dengan baik oleh mereka.

Dalam sehari, pengolahan limbah kelapa sawit ini bisa memproduksi pupuk organik hingga 10-15 ton. Pupuk organik yang mereka hasilkan akan menghemat pengeluaran pupuk organik yang digunakan perusahaan di lahan perkebunan kelapa sawit PT. Nabire Baru. Seperti yang kita ketahui bahwa biaya untuk membeli pupuk organik tentu tidaklah murah terlebih jika suata perusahaan memiliki lahan perkebunan kelapa sawit yang sangat luas.

Adanya pengolahan limbah kelapa sawit menjadi pupuk organic di PT. Nabire Baru ini juga akan memberikan gambaran tentang terjaganya ekosistem lingkungan di lingkungan perkebunan, serta membuktikan bahwa adanya limbah sawit bisa dijadikan produk yang bernilai dan memiliki banyak manfaat.