Sukanto Tanoto merupakan konglomerat asal Indonesia. Pendiri, pemilik, dan pemimpin Raja Garuda Emas itu bahkan tercatat dalam majalah Forbes. Di Forbes, Sukanto Tanoto dinobatkan sebagai orang terkaya kelima di tanah air. Jumlah kekayaannya mencapai US$ 2,8 miliar dengan nilai aset yang mencapai US$ 12 miliar.

Tentu saja kekayaannya ini dihasilkan dari usaha yang dilakukannya. Ia menjalankan berbagai bisnis yang bergerak di sector industry kertas, minyak sawit, serta minyak dan gas. Perusahaannya tidak hanya di Indonesia, tapi juga di beberapa negara lain seperti Brazil dan China.

Kisah inspiratif Sukanto Tanoto adalah manakala ia berhenti sekolah saat usianya 17 tahun, lalu membantu sang ayah meneruskan usaha keluarganya, tidak membuat dirinya berhenti belajar. Ia tetap belajar, apalagi hobinya membaca. Sehingga, sekalipun otodidak, kemampuannya dalam berbagai hal, seperti berbahasa inggris dan manajemen bisnis tidak perlu diragukan lagi.

Ia memiliki kejelian dalam berbisnis. Ketika harus mengambil alih bisnis sang ayah yang saat itu meninggal karena serangan jantung, ia meneruskan bisnis yang bergerak di bidang suplay onderdil mobil dan minyak itu. Dirinya memutuskan pindah ke Medan dan mengembangkan bisnisnya ke bidang lain sebagai kontraktor bisnis dan suplay onderdilnya ke pertamina. Ketika Indonesia bergantung pada Singapura untuk kebutuhan tripleks, ia mendirikan perusahaan kayu untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Perusahaan kayu ini bernama CV. Karya Pelita. Namanya berubah menjadi Raja Garuda Emas seiring dengan perkembangan bisnisnya. Sukanto Tanoto bahkan datang langsung ke Taiwan untuk mempelajari bisnis ini. Hasil kunjungan tersebut memberikan dampak positif pada bisnisnya. RGE berhasil memproduksi kayu lapis dengan merk Polypex yang diekspor hingga ke Eropa dan Timur Tengah. Tidak lama kemudian, Forindo Pte, Ltd. Pun didirikan di Singapura sebagai perusahaan yang secara khusus mendukung operasional RGE untuk pengadaan barang dan jasa.

Tidak puas di situ, industry kelapa sawit dan property pun menjadi bisnis selanjutnya. Untuk industry kelapa sawit, selain memiliki perkebunan kelapa sawit yang luas, RGE pun berhasil mengakusisi Bimoli. Brand minyak goreng ini tentu sudah tidak asing lagi di tengan masyarakat Indonesia. Sedangkan di bidang property, Sukanto Tanoto mendirikan Thamrin dan Uni Plaza yang berada di Medan.

Pec-Tech, perusahaan ini juga didirikan oleh oleh pebisnis Sukanto Tanoto yang bergerak di bidang rekayasa, pengadaan logistic, dan jasa konstruksi. Beberapa proyek yang digarap Pec-Tech antara lain infrastruktur, minyak dan gas, serta energy. Bisnis lainnya yang juga berada di bawah RGE group yaitu bisnis serat rayon pengganti kapas, kertas, hingga bank.